Bumil Cukup Gizi, Ciptakan Bayi Sehat

UGGHH mual-muntah terus nih. Percuma saja makan, toh nanti keluar lagi!” keluh Santi yang sedang hamil 8 minggu berulang kali. Di tempat lain, Cynthia yang sedang hamil 4 bulan asyik makan hamburger ditemani kentang goreng dan minuman bersoda. Dalam sepekan, sudah empat kali wanita yang awalnya juga merasakan apa yang dialami Santi ini menyantap fast food.


3J yang Penting!

Walau sebagian bumil jadi susah makan saat morning sickness melanda, bukan berarti begitu mual-muntah hilang, nafsu makan pun melonjak gila-gilaan – tanpa peduli nilai gizinya.

Apapun keadaannya, bumil harus tetap mempertahankan pola makan gizi seimbang! Pasalnya, asupan makanan memengaruhi tumbuh kembang janin dan kecerdasannya kelak.

Dalam mengasup makanan, bumil musti memerhatikan 3 J, yakni jumlah, jenis zat gizi dan jadwal pemberian.
“Biasanya, saat hamil, metabolisme tubuh mengalami peningkatan sehingga kebutuhan energi dan zat gizi lain yang diperlukan bumil pun menjadi bertambah. Nah, guna memastikan janin tumbuh sehat, bumil memerlukan gizi seimbang yakni makronutrien, misalnya karbohidrat, protein, lemak; dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral,” .

Sumber Energi Bagi Bumil


Lebih lanjut diuraikan oleh dr Win, dalam hal jumlah, umumnya ibu hamil mendapat tambahan energi sebanyak 15 persen dari kebutuhan normal, yaitu 300 kkal.

Begitu pula dengan jenis zat gizi, ada makronutrien dan mikronutrien. Yang tergolong makronutrien adalah protein, berguna membangun jaringan (building block) pada ibu, seperti payudara (persiapan menyusui) dan memperluas uterus agar dapat diisi cairan amnion (air ketuban). Dibutuhkan tambahan protein sebesar 17 gram dari kebutuhan normalnya selama kehamilan; karbohidrat, dianjurkan memenuhi 50–65 persen dari total energi yang dibutuhkan ibu hamil; dan lemak, dikonsumsi tidak lebih dari 30 persen total energi.

Mikronutrien

Berbeda dengan makronutrien, mikronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Vitamin dan mineral termasuk dalam golongan ini. Seperti vitamin B (asam folat); vitamin B12 yang berguna bagi sel-sel tulang belakang (1,3 mg/hari); vitamin C, berfungsi membentuk enzim dalam berbagai metabolisme dan menjaga kekebalan tubuh (70 mg/hari); vitamin D, sebagai penyerapan kalsium dan keseimbangan mineral (10 mg/hari); Zinc, penting dalam membran sel (20 g/hari); asam lemak esensial, seperti omega 3, DHA, EPA, yang mencerdaskan otak; vitamin E, sebagai antioksidan yang melindungi sel saraf; dan air.

Tak kalah pentingnya, jadwal pemberian asupan nutrisi pun disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kebutuhan bumil.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s