Komunikasi Lancar Penghangat Hubungan

DENGAN komunikasi yang berjalan lancar, maka hubungan keluarga pun harmonis. Bagaimana menciptakan komunikasi yang ideal dalam keluarga?

Memiliki keluarga harmonis pastilah menjadi impian semua orang. Keluarga harmonis mampu memberikan energi positif bagi semua anggota keluarga. Perasaan nyaman, tenteram, dan bahagia, terus mereka rasakan. Namun sayang, untuk menciptakan suasana ini bukanlah hal yang gampang. Banyak kendala yang harus Anda hadapi. Sifat dan karakter anggota keluarga yang berbeda adalah salah satu kendalanya.

Selain itu, komunikasi antarkeluarga juga memegang peranan penting. Untuk menciptakan keluarga yang harmonis, memang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Untuk itu, komunikasi menjadi salah satu kunci menciptakan keharmonisan keluarga.

“Walaupun komunikasi mudah dilakukan, tetapi tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik,” ucap sosiolog keluarga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Dr Erna Karim MSi.

Erna membenarkan, komunikasi memang menjadi satu kunci untuk mengharmoniskan keluarga. Untuk itu, komunikasi tidak hanya dimulai dari pihak suami atau istri, tetapi dari keduanya atau dari semua anggota keluarga yang ada di dalam satu rumah. Banyak fakta yang menyebutkan, komunikasi yang tidak sehat banyak menjadi penyebab timbulnya masalah keluarga yang berujung pada perceraian.

Tidak adanya kecocokan 100 persen merupakan masalah yang umum terjadi dalam satu keluarga.Karena setiap orang memiliki pribadi unik yang berbeda dan setiap pasangan pun dibesarkan oleh keluarga yang berbeda. Untuk itu, diperlukan komunikasi yang terjalin dengan baik. Karena apa pun masalah yang menimpa, baik masalah kecil maupun besar, apabila dikomunikasikan dengan baik, maka hubungan rumah tangga pun akan terus bersinar guna terciptanya hubungan yang harmonis.

”Lakukan komunikasi yang efektif, yaitu komunikasi yang datang dari dua arah,” ucap Erna.

Dengan komunikasi yang efektif, maka dapat membentuk karakter psikologis, spiritual, bahkan dapat membina hubungan seksual yang harmonis. Itu sebabnya, melakukan komunikasi efektif menjadi hal yang wajib dibangun dalam setiap anggota keluarga dan itu bisa dilakukan kapan saja. Semisal berkomunikasi pada saat makan malam atau saat bersantai setelah melakukan aktivitas seharian. Atau saat bekerja, komunikasi masih tetap berjalan melalui telepon atau berkirim pesan lewat SMS.

”Gunakan waktu yang efektif untuk sharing, ngobrol, atau bahkan curhat (mencurahkan isi hati), baik itu dari suami, istri, maupun anak-anak,” jelasnya.

Untuk membentuk suatu keluarga dengan keadaan yang harmonis pasti diawali dari proses pacaran terlebih dahulu. Nah, di fase itulah sebaiknya pola komunikasi yang baik sudah ditanamkan. Jadi, selain ada persiapan mental bagi pasangan yang ingin membangun keluarga, persiapan dalam membangun keluarga yang harmonis juga sudah harus tercipta sejak masa pacaran.

Konselor perkawinan dan keluarga dari Universitas Indonesia, Adriana Soekandar Ginandjar menuturkan, komunikasi yang macet atau tidak berjalan lancar menjadi kendala dalam upaya suami-istri untuk berekonsiliasi.

”Bila komunikasi sudah sangat parah, maka terkadang susah sekali untuk mencari jalan keluarnya,” tandas psikolog yang juga menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Mandiga ini.

Tantangan komunikasi untuk menjaga keluarga tetap harmonis di era modern seperti sekarang memang semakin berat. Itu sebabnya, para perempuan Indonesia harus mengetahui cara berkomunikasi yang efektif. Komunikasi ini bisa dilakukan dengan mendengarkan dengan hati, mampu mengungkapkan dan mengekspresikan diri dengan baik, serta fasih dalam menyampaikan bahasa nonverbal yang memberikan rasa nyaman.

Jika mendapatkan masalah dalam berkomunikasi, segera kenali pola komunikasi yang bermasalah. Kemudian, ajak pasangan untuk memperjelas, apa yang diinginkan untuk mencari jalan keluar. Keharmonisan keluarga sangatlah berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya keluarga harmonis, secara positif juga berdampak pada perkembangan perilaku sehat bagi anak remaja. Selain itu, remaja yang berada pada lingkungan keluarga harmonis cenderung terhindar dari perilaku negatif, seperti merokok, penyalahgunaan obat, depresi, dan lainnya.

Komunikasi bisa dikatakan klasik dan tidak ada habisnya. Tetapi komunikasi merupakan kunci dan menjadi jalan membangun sebuah keluarga yang harmonis. Untuk itu, mari tanamkan komunikasi yang efektif yang berperan penting untuk menjaga keutuhan keluarga.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s