Ajarkan Bahasa lewat Isyarat

MENGAJARKAN bahasa pada anak tidak bisa dilakukan secara sekaligus. Anda harus melakukannya secara bertahap. Mulailah pelajaran melalui bahasa isyarat.

Pada tahun pertama, banyak kemajuan perkembangan yang terjadi pada anak. Perkembangan tersebut meliputi perkembangan motorik ataupun perkembangan yang menyangkut pada perkembangan sensorik. Nah pada masa inilah saatnya anak mulai belajar banyak hal, terutama belajar bahasa.Sebagai orangtua, Anda harus rajin merangsang kemampuan si kecil berbahasa. Salah satunya adalah dengan mengajarkan bahasa yang dimulai dengan kata per kata, serta lewat isyarat. Seperti yang disampaikan dalam penelitian di Universitas Chicago, yaitu psikolog Susan Goldin-Meadow dan Meredith Rowe beberapa waktu lalu.

Para peneliti menemukan, bahwa batita yang mampu menyampaikan arti lewat gerakan isyarat pada umur 14 bulan akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih banyak saat mereka memasuki usia TK, yaitu sekitar empat tahun.

“Hal ini berlaku pada batita yang berasal dari segala jenis keluarga, baik keluarga kaya atau miskin,” jelas mereka.

Penelitian ini tidak membuktikan adanya hubungan antara gerakan isyarat dan kemampuan yang lebih baik dalam belajar kata-kata. Namun, setidaknya penelitian ini menghasilkan indikasi yang kuat ke arah tersebut.

Mereka menyarankan jangan hanya berbicara dengan batita Anda, tetapi lakukan juga gerakan isyarat. Isyarat yang bisa dilakukan antara lain dengan menunjuk dan melambai, terbukti dapat meningkatkan perbendaharaan kata pada batita.

“Kita tidak akan rugi jika harus mendorong para orangtua agar lebih banyak berbicara dan melakukan gerakan isyarat kepada anaknya,” ujar Rowe.

Pada usia satu tahun, si kecil sudah bisa diberikan instruksi sederhana dengan gerakan dan katakata tak jelas, tapi bisa dipahami. Misalkan bila dia minta diambilkan makanan atau mainan.

Dari gerakan isyarat batita yang mengangkat kedua tangannya, berarti mereka meminta untuk digendong. Dari gerakan tersebut, kita dapat melihat dan mengetahui bahwa batita telah memiliki cara untuk berkomunikasi sebelum mereka bisa berbicara dengan orang yang berada di sekitarnya.

Gerakan isyarat juga merupakan pendahuluan penting dalam pembentukan kalimat yang diucapkan batita, saat mereka mulai dapat menggabungkan antara kata dan gerakan isyarat.

“Hal yang paling utama yang menentukan banyaknya perbendaharaan kata anak adalah bagaimana orangtua memperlakukan mereka saat masa kanak-kanak,” ucap Rowe.

Mereka menggunakan gerakan isyarat untuk menunjuk atau menggambarkan sesuatu. “Contohnya saja saat si anak menunjuk anjing, ibunya akan berkata ‘Betul, itu anjing’. Atau saat si ayah mengepakkan tangannya untuk menggambarkan terbang. Atau untuk menunjukkan sesuatu yang kurang konkret seperti, ‘naik’, ‘turun’, dan ‘besar’,” jelas mereka.

Saat anak masih belum bisa mengutarakan keinginannya,menangis adalah cara berkomunikasi bagi orangtuanya, yang termasuk juga dalam bahasa isyarat. Tetapi bagi anak yang sudah mulai mengerti, itulah saat yang tepat untuk mengajarkan bahasa yang baik bagi anak.

Untuk menciptakan anak yang cerdas, termasuk kecerdasan dalam berbahasa, orangtua harus terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan kecerdasan dan kemudian memahami perkembangan kognitif pada anak. Maka orangtua, khususnya ayah, juga dapat diharapkan menjadi fasilitator perkembangan anaknya.

Dikatakan psikolog anak, Roslina Verauli MPsi, bahwa peran orangtua dalam pengasuhan anak kerap mengalami perubahan, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam masa pengenalan bahasa itulah, orangtua pun harus banyak memahami kata-kata pertama anak dalam mengajarkan bahasa pada mereka.

“Itu sebabnya, orangtua diharapkan mampu memahami tugastugas perkembangan anak untuk setiap tahap tumbuh-kembangnya,” tuturnya psikolog anak yang berpraktik di Empati Development Center.

Orangtua sebaiknya mengetahui pada usia berapa kemampuan anak dalam berbahasa dimulai, agar persiapannya dapat lebih baik. Dengan mengetahui perkembangan bahasanya, orangtua akan lebih mudah berkomunikasi dengan anak.

Untuk meningkatkan kemampuan bahasanya, nyanyikanlah lagu-lagu sederhana sambil menggerakkan anggota tubuh dan melakukan gerakan isyarat. Hal itu akan membuatnya lebih cepat memahami bahasa melalui gerakan atau isyarat.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s