Tidur Saatnya Tumbuh Kembang

JANGAN pernah anggap remeh masalah tidur, terutama pada anak. Karena saat anak tidur, adalah waktu yang terbaik bagi otak anak untuk berkembang.

Sebagian besar waktu bayi dihabiskan untuk tidur. Jangan sekali-kali Anda membangunkan si kecil saat tidur, kecuali saat dia harus diberi susu. Pasalnya dalam lelap tidurnya tersebut, bayi sedang mengalami pertumbuhan otak yang paling baik. Untuk itu, buatlah suasana senyaman mungkin agar bayi Anda mendapatkan tidur yang berkualitas.”Perkembangan otak anak bisa didapat dari tiga faktor, yaitu faktor genetik, faktor stimulasi nutrisi, dan faktor kualitas tidur,” terang spesialis saraf anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Dwi Putro Widodo SpA (K) MMED (Clean Neurosci).

Kualitas tidur diperoleh jika anak sedang tidur dalam (pulas), karena pertumbuhan otak cepat sekali saat anak tidur dalam. Tidur pulas ini hanya didapatkan selama 1/3 dari keseluruhan waktu tidur, terutama saat jam pertama.

Tidur dalam dicirikan dengan anak tertidur lelap, nyenyak, dan tenang, yang berujung akan kepuasan saat terbangun. Dan terdapat hubungan antara nutrisi dan kualitas tidur, yaitu didapat dari serotin yang memengaruhi tidur untuk menstimulasi otak.

“Selain itu, asam amino juga merupakan bahan yang paling penting dikonsumsi karena akan memengaruhi kualitas tidur anak, yang di antaranya terdapat dalam susu, terutama ASI,” ucap dokter yang sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini.

Tryptophan (yang bisa didapat dari ASI, susu, dan daging-dagingan) dan tyrosin juga berperan menjadikan anak tidur aktif dan tidur pulas. Dwi menjelaskan bahwa jika anak mendapatkan tidur yang berkualitas, perkembangan otak pun akan optimal. Dan sebaliknya, jika anak mengalami gangguan pada tidur aktif maka akan menyebabkan kemunduran maturasi area visual di otak.

“Rengekan bayi saat tidur menandakan bahwa bayi alami gangguan pada tidurnya,” tandas dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Dikatakan Dwi bahwa bayi yang baru lahir akan tidur selama 16-18 jam, dan jika diakumulasikan maka sampai anak umur dua tahun akan tidur sampai 10.000 jam. Dan semakin bertambah umur anak, semakin berkurang juga waktu tidurnya. Frekuensi tidur semakin jarang saat anak memasuki usia satu tahun.

“Biarkan anak mendapatkan kualitas tidurnya,” tandas dokter yang mengambil Master of Medicine in Clinical Neuro-Science di Universitas Melbourne.

Jadi, sebaiknya jangan pernah membangunkan bayi saat tidur. Sebab, mereka punya alarm sendiri kapan mereka harus bangun dan merasa tidurnya sudah cukup atau anak pun akan terbangun saat terganggu. Bayi mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang dari sembilan jam, terbangun lebih dari tiga kali dan lama terbangunnya lebih dari satu jam.

“Tidur yang berkualitas mempunyai fungsi yang banyak sekali untuk kesehatan,” ungkapnya saat acara Kongres Nasional XIV dan Temu Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) yang diadakan Frisian Flag Indonesia di Gramedia Expo, Surabaya.

Dalam otak, ada area tertentu yang berfungsi saat anak tertidur dan terbangun. Ketika anak tertidur, bagian yang berfungsi adalah bagian batang otak, sedangkan saat terbangun yang berfungsi adalah bagian cortex (otak besar).

“Selain untuk perkembangan otak dan untuk restorasi (perombakan) atau memulihkan fungsi tersebut, orang yang tidurnya cukup juga dapat menjadikan seseorang lebih ceria, dan selalu terlihat segar,” ucapnya.

Adapun untuk tidur siang, sebaiknya disarankan selama 30 menit; karena berdasarkan penelitian, jika seseorang melakukan tidur siang maka akan mengurangi risiko penyakit jantung serta emosi lebih terkendali.

Dwi menyarankan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, juga diperhatikan pencahayaan yang sebaiknya redup bahkan gelap karena membuat seseorang akan semakin nyaman sehingga tidur lebih cepat. Sama halnya juga dengan suara yang ada di sekeliling kita saat tidur.

“Pada batita, tidur sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan fungsi hormon, sistem imun, sistem jantung, serta pembuluh darah dan metabolisme tubuh,” ujar ahli gizi Frisian Flag Indonesia, Yeni Novianti SGz.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s