Penderita Ginjal Kronis Dianjurkan Berpuasa

MENURUT dr Lucky B Azizah dari Rumah Sakit Jakarta Medical Center, Jakarta Selatan, penyakit ginjal kronis adalah penyakit gangguan fungsi dan struktur dari ginjal setidaknya selama tiga bulan dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG), atau LFG yang kurang dari 60 mL/menit/1,73 m2 .

Ada 5 stadium untuk penyakit ginjal kronis ini. Stadium pertama, fungsi ginjal masih 90 persen. Stadium dua, fungsi ginjal antara 60-89 persen. Stadium 3, fungsi ginjal antara 30-59 persen. Stadium 4, di atas 15-30 persen. Dan stadium 5, fungsi ginjal di bawah 50 persen.

“Pada stadium 5 ini pasien harus cuci darah,” katanya.

Gangguan

Pada pasien penderita ginjal kronis, tanda dan gejala mulai tampak pada stadium 3. Tapi tak jarang pula gejala belum terlihat meski pasien sudah masuk stadium 5.

Penyakit ginjal kronis ini merupakan suatu prosesi patofisiologis dengan etiologi atau penyebab yang beragam, sehingga megakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Biasanya berakhir dengan gagal ginjal.

“Biasanya lebih mudah mengetahui stadium 3 ke atas karena HB yang turun dan tekanan darah menjadi naik,” jelasnya.

Patofisiologi penyakit ginjal kronis pada awalnya tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Begitupun pada proses perkembangan selanjutnya. Pengurangan massa ginjal mengakibatkan hipertrofi struktural dan fungsional nefron yang masih tersisa sebagai upaya kompensasi yang diperantarai oleh molekul vasoaktif, seperti sitokin dan growth faktor.

Hal ini mengakibatkan terjadinya hiperfiltrasi yang diikuti oleh peningkatan tekanan kapiler dan aliran darah glomerulus.

Proses adaptasi ini berlangsung singkat yang diikuti oleh proses maladaptasi berupa sklerosis nefron yang masih tersisa.

“Nantinya proses ini juga akan berlangsung secara singkat, yang diikuti oleh proses maladaptasi berupa sklerosis yang masih tersisa, dan diikuti dengan penurunan fungsi nefron yang progresif. Walaupun penyakit dasarnya sudah tidak aktif lagi,” sambungnya.

Puasa bagi Penderita Ginjal Kronis

Menurut dr Lucky, penderita penyakit ginjal kronis masih dapat menjalankan ibadah puasa. Bahkan dianjurkan untuk berpuasa, sekalipun tidak dalam bulan Ramadhan, khususnya mereka yang sudah mencapai stadium 3 ke atas.

“Untuk makanan, mereka memang boleh apa saja, dengan kalori 35 kkal/kg. Dan protein 0,75 gram/kg BB/hari. Tapi untuk air, mereka minum sekitar 300 cc,” katanya.

Yang terpenting bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa adalah pengaturan kadar air, khususnya mereka yang sudah mencapai stadium 3 ke atas. Biasanya, cairan yang diberikan itu sesuai dengan jumlah cairan yang keluar (urin), ditambah insensible water loss.

Pada stadium ini, jika cairan diberikan secara berlebihan, akan menimbulkan sesak napas yang diakibatkan oleh bendungan daerah paru atau edema.

“Pembatasan cairan harus diatur dengan saksama agar tidak terjadi dehidrasi yang dapat mengakibatkan memburuknya fungsi ginjal,” katanya.

Penderita ginjal kronis stadium 3 ke atas harus makan makanan rendah kalium. Artinya, buah-buahan dan sayur-sayuran harus dibatasi, sehingga kerusakan ginjal tak bertambah parah.

“Untuk penderita yang sudah stadium 5 dan melakukan cuci darah, biasanya pengaturan proteinnya dikembalikan lagi kepada ahli gizi dan diatur pola makannya,” pungkasnya.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penderita Ginjal Kronis Dianjurkan Berpuasa

  1. andy berkata:

    makanan yang dianjurkan untuk level 3 dan 5 jd apa ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s