Jantung Sehat dengan Cokelat

COKELAT tak hanya nikmat untuk dikudap. Sebuah penelitian di Inggris mengatakan, konsumsi cokelat yang seimbang akan mengurangi Anda terhindar dari serangan jantung.

Menurut riset yang dipublikasikan Journal of Internal Medicine, cokelat yang bermanfaat untuk kesehatan itu adalah cokelat tua. Sebesar 70 persen penyuka cokelat memiliki risiko rendah mengalami serang jantung dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi cokelat.

Manfaat cokelat memang sudah sering diteliti. Konon, cokelat tua yang kaya dengan flavonoids, bisa menurunkan risiko pembekuan darah, melindungi terhadap kanker usus,dan bahkan membantu mencegah proses persalinan prematur.

Antioksidan adalah komponen yang melindungi terhadap radikal bebas, molekul yang terakumulasi di badan dan merusak sel. Inggris termasuk negara yang sangat peduli terhadap penyakit jantung.Sebabnya di negara ini penyakit jantung menjadi salah satu pencabut nyawa terbesar.

Sekitar 270.000 orang meninggal tiap tahun karena serangan jantung. Sepertiga di antaranya meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Kadang- kadang itu terjadi karena mereka menunda-nunda untuk mencari bantuan. Manfaat cokelat untuk kesehatan juga pernah diungkap pada riset Institut Karolinska di Stockholm, Swedia.

Riset dilakukan terhadap 1.169 pasien berusia antara 45-70 tahun yang masuk ke rumah sakit karena serangan jantung antara 1992-1994. Setiap pasien itu ditanyai soal kebiasaan dietnya, termasuk berapa banyak cokelat yang mereka makan.

Hasilnya, menunjukkan mereka yang makan cokelat dua kali seminggu atau lebih, 66 persen di antaranya tidak meninggal karena masalah jantung ketimbang mereka yang tak makan cokelat. Sementara, mereka yang menikmati cokelat sekali seminggu, bisa mengurangi risiko sampai setengahnya.

Sementara yang mengudap sekali sehari atau kurang dari itu, hanya mendapat sedikit keuntungan, yakni mengurangi risiko kematian hanya 27 persen.

“Efek cokelat terhadap kesehatan, dalam beberapa tahun terakhir, menarik minat.Tapi kami tahu, tak ada studi tentang kemungkinan efek cokelat setelah serangan jantung,” ujar salah seorang periset tersebut. Tapi ingat, cokelat yang dimaksud bukanlah cokelat dengan kadar susu tinggi. Bukan pula cokelat dengan lemak tinggi.

Bagaimana dengan cokelat yang sudah diolah dengan campuran susu? Manfaat cokelat tidak didapat pada cokelat susu dengan kalori tinggi. Padahal, itulah tipe cokelat paling populer di Inggris, juga di belahan dunia lain, termasuk di Indonesia.

“Kita harus mengin-terpretasikan studi ini dengan hati-hati karena didasarkan pada peristiwa yang sudah lama. Diagnosis dan penanganan serangan jantung yang kita lakukan sudah maju dibanding saat itu,” ujar Ellen Mason, perawat jantung senior di Yayasan Jantung Inggris

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s