Meraih Sukses dengan Sportif

HAMPIR semua sisi kehidupan, kita tidak bisa menghindari kompetisi. Tak bisa dimungkiri, kompetisi yang membuat semuanya jadi lebih baik.

Termasuk juga di dunia pekerjaan alias karier. Kompetisi selalu ada. Dalam dunia kerja, kompetisi memiliki aturan main berbeda-beda, mulai halus, normal, hingga yang kasar. Kompetisi punya konsekuensi yang logis, yaitu ada yang menang dan kalah. Dan sayangnya, tidak semua siap menerima konsekuensi itu. Sering kali mereka hanya bersiap untuk menang, tetapi tidak siap untuk kalah.

“Jika prinsip ini tidak dipahami siapa pun yang terlibat dalam kompetisi, maka dia tidak akan pernah tumbuh jadi pribadi yang baik dan sehat. Mereka hanya melihat kompetisi sebagai ancaman. Jadi, prinsip itu yang pertama kali harus benar-benar disadari dan diresapi,” kata Budi Setiawan Muhammad, konsultan karier asal Universitas Airlangga.

Budi mengungkapkan, untuk memulai memahami prinsip itu, seseorang harus membangun sikap sportif sejak dini. Sikap sportif, lanjut Budi, adalah sebuah sikap yang selalu mengedepankan sikap patuh tidak saja aturan tertulis, juga etika dalam sebuah kompetisi. Sikap sportif itu termasuk juga legowo alias ikhlas, baik ketika jadi pemenang atau ketika jadi pecundang.

Untuk memenangi kompetisi, Anda harus menjadi pribadi yang tahan banting. Memiliki semangat juang yang tinggi akan membuat Anda menjadi pemenang. Namun, Anda harus mampu berkompetisi secara sehat, tanpa harus menusuk teman dari belakang. “Maka, sebelum berkompetisi, pahami benar semua aturan yang ada. Itu akan jadi koridor Anda untuk berkompetisi,” paparnya.

Meski berada dalam kompetisi yang cukup ketat, tapi Anda harus tetap menjalin kerja sama dengan rekan lainnya. Jangan pernah ragu untuk membantu rekan yang sedang kesulitan menyelesaikan tugas. Sikap fleksibel Anda akan mendapat nilai plus di depan atasan. Jadi jangan bekerja secara pribadi hanya untuk menonjolkan kemampuan diri sendiri.

Harus Saling Menghormati

Di lingkungan kerja, Anda harus tetap saling menghormati dan bertoleransi terhadap sesama rekan kerja. Dengan sikap ini, merupakan sebagai bentuk penghargaan terhadap perbedaan, termasuk kekuatan dan kelemahan. Sikap ini pun mampu menumbuhkan sikap sportif dalam diri sendiri dan menggerakkan rekan lainnya untuk bersikap sportif juga.

Jika Anda memang melakukan kesalahan, jangan ragu mengakui kegagalan tersebut karena rekan lain, lingkungan atau faktor eksternal lainnya. Apabila Anda mengalami kegagalan, introspeksi diri dan berusahalah memperbaikinya.

Saat rekan Anda meraih kesuksesan, jangan pernah merasa iri hati. Terimalah keberhasilannya dengan lapang dada dan jadikan sebagai pemicu Anda untuk lebih maju. Berikan pujian kepadanya dengan tulus dan sewajarnya. Jangan melontarkan pujian hanya sebagai topeng di balik sikap iri hati Anda.

“Kesuksesan yang Anda raih akan terasa indah bila Anda lakukan secara sportif. Apabila Anda raih kesuksesan dengan sikap sportif, maka kemenangan akan diterima tanpa sikap angkuh. Namun, jika gagal, maka Anda bisa menerimanya dengan lapang dada juga,” tutur Budi.

Keindahan di kompetisi, bukanlah hanya terletak pada kemenangan yang diraih. Keindahan konpetisi itu terutama datang dari proses yang dilakukan dengan sikap sportif. Kompetisi dan sikap sportif yang berpadu, secara tidak Anda sadari akan membentuk diri Anda menjadi pribadi yang lebih baik dan matang. “Kalau prinsip itu dipegang teguh semua yang terlibat dalam kompetisi, pada akhirnya kompetisi itu akan selalu menghasilkan para pemenang. Yang kalah, menjadi menang karena mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah alasan mengapa kompetisi adalah syarat dari kemajuan,” pungkasnya.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s