Mengakali Anak Susah Makan

ANAK susah makan atau pemilih (picky eaters) terkadang bikin pusing. Belum lagi kekhawatiran tumbuh kembang si kecil terganggu karena kurang gizi. Selain dituntut kesabaran ekstra, berikut beberapa trik mengakali anak yang susah makan:

Cermati kebiasaan anak

Orangtua bertanggung jawab penuh atas pemberian makan anak, termasuk apa, kapan dan di mana anak ingin makan? Sejak dini, cobalah membiasakan anak untuk ikut makan bersama keluarga mengelilingi meja makan. Ciptakan jadwal makan bersama sebagai momen yang hangat dan menyenangkan. Namun, jika ternyata anak sulit menjaga sikap saat makan, jangan panik atau marah-marah. Anak bakal trauma dan menolak makan. Upayakan jalan yang paling membuat anak nyaman dan mau menyantap makanannya.

Tertibkan pemberian makan dan camilan

Jadwal makan anak umumnya terdiri atas tiga kali makan besar dan tiga kali camilan. Untuk balita dan anak usia prasekolah biasanya perlu diberi makan setiap 2-3 jam. Perlu diingat, jangan berlebihan. Misalnya, antara jam makan besar dan ngemil jangan memberikan camilan apa pun selain air putih. Hal ini justru akan membuat anak cepat lapar.

Variasikan menu bergizi

Pastikan untuk memasukkan minimal satu atau dua unsur makanan sehat dan bergizi seperti sayuran, ikan dan telur. Jangan menyerah untuk mencoba menawarkan makanan bergizi yang tidak disukai anak. Ingat, anak perlu pembiasaan. Cermati juga menu yang anak sukai dan tawarkan variasi jenis maupun bentuknya agar anak tertarik dan tidak bosan. Misalnya, jika anak tampak bosan dengan wortel yang disup, cobalah mengkreasikannya menjadi stik wortel. Jika dulunya anak tidak suka dengan tim labu misalnya, cobalah menghadirkannya kembali di meja makan dalam bentuk kolak. Siapa tahu dia jadi suka? Jadilah ibu yang kreatif!

Menu alami, praktis dan porsi seimbang

Yang dimaksud alami di sini adalah usahakan membuat menu yang tidak terlalu berbumbu atau dimasak berlebih (overcooked) sehingga rasa alami dan nutrisinya banyak yang hilang. Bentuknya juga jangan terlalu besar seperti burger yang menyebabkan kerepotan menyantapnya. Selain itu, pastikan porsinya tidak berlebihan. Bila perlu tawarkan dalam porsi kecil. Hal ini untuk mencegah anak menjadi obesitas.

Libatkan anak berbelanja

Ajaklah anak untuk ikut berbelanja bahan makanan di supermarket, termasuk merencanakan apa saja yang hendak dibeli. Jangan lupa, prioritaskan daftar makanan dan minuman sehat. Saat berbelanja, Anda juga dapat menguji kemampuan anak mengambil keputusan. Misalnya: kamu pilih apel atau anggur? Selain itu, jika Anda suka berkebun, libatkan anak untuk ikut menanam sayuran atau buah di pekarangan rumah. Anak akan suka menyantap hasil jerih payahnya itu.

Jangan iming-imingi hadiah

Hindari menawarkan gula-gula atau mentraktir jajan sebagai hadiah jika anak mau menghabiskan makan. Ingat, pola makan akan dibawa seumur hidup, jangan sesekali memasukkan unsur gimmick atau reward dalam mendidik pola makan anak. Hindari pemaksaan. Jika dengan segala upaya ternyata anak tetap menolak menyantap makanan yang disuguhkan padanya, jangan memaksa atau menawarkan makanan lain. Tak masalah anak tidak makan sampai jadwal makan lain. Tak masalah anak tidak makan sampai jadwal makan atau ngemil berikutnya, asalkan tidak lebih dari 2-3 jam.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s