Sakit Gigi Kala Hamil Bisa Sebabkan Kelahiran Prematur

SAKIT gigi memang tak mengenakkan. Bila terjadi saat hamil, apakah bisa memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang janin? Kecemasan itu bisa dihindari jika sedari dini Anda rutin memeriksakan gigi ke dokter, untuk memastikan bahwa gigi Anda dalam kondisi baik. Lantas, mengapa ibu hamil (bumil) cenderung memiliki masalah pada gigi dan rongga mulut? Tindakan apa yang bisa dilakukan?

Mengenai hal itu dr Iskandar Mirza SpOG, dari RSIA Graha Permata Ibu Depok dan drg Sarworini B Budiarjo, SpKGA, dari Fakultas Kedokteran Gigi Ilmu Kedokteran Gigi Anak UI memaparkannya untuk Anda.

Banyak keluhan yang seringkali dialami bumil, seperti ngidam, mual, muntah, badan terasa pegal-pegal dan sering buang air kecil. Keluhan lainnya yang paling sering menyertai bumil adalah pembengkakan gusi (gingivitis) akibat perubahan kondisi hormonal selama kehamilan. Akibatnya, gusi membengkak, mudah berdarah dan timbul nyeri yang disebabkan adanya pelebaran pembuluh darah di sekitar gusi.

Masalah gusi ini umumnya mulai terjadi pada trimester pertama. Namun, kondisi yang paling buruk sering dijumpai pada kehamilan trimester ketiga (usia kandungan 8 bulan). Nah, saat hormon mulai turun kala usia kehamilan 9 bulan, di situ pula masalah gusi akan mulai berkurang.

Selain pengaruh hormonal, kebiasaan nyemil dan frekuensi makan yang lebih sering bisa menyebabkan penumpukan plak lebih cepat sehingga mudah terjadi radang gigi dan karies. Belum lagi, morning sickness yang parah bisa meningkatkan keasaman dalam rongga mulut yang mengakibatkan erosi email gigi. Tak pelak, bumil jadi susah menelan makanan. Akibatnya, asupan nutrisi ke janin berkurang dan menimbulkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

Bahkan, dampaknya bisa lebih berat jika terjadi kelainan di sekitar gigi seperti gigi berlubang. Jika tidak segera ditambal maka kuman streptococcus bisa masuk melalui aliran darah hingga ke jantung yang menimbulkan penyakit jantung.

Tak hanya itu, bila mengalami masalah mulut saat mengandung, seperti infeksi gusi, karang gigi yang telah membentuk perkapuran, atau gigi tiruan yang kurang baik, akan berakibat pada meningkatnya hormon prostaglandin. Peningkatan hormon ini bisa menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga dapat menyebabkan keguguran pada trimester pertama atau kelahiran prematur (usia kehamilan 28 minggu ke atas) dan inmatur (usia kehamilan 22 minggu ke atas, di bawah 28 minggu).

Sayangnya, saat hamil beberapa ibu merasa takut atau enggan berobat ke dokter gigi. Mereka beranggapan tindakan yang dilakukan oleh dokter bisa menimbulkan cacat pada bayi bahkan kesulitan saat persalinan. Tak heran, kerusakan gigi menjadi lebih parah karena sedari dini tak segera ditanggulangi.

Padahal, tidak semua tindakan perawatan gigi mengakibatkan efek yang membahayakan bagi kandungan. Yang terpenting, ada komunikasi antara dokter gigi, bumil serta dokter ginekolog yang merawatnya. Dengan demikian, dokter bisa meminimalisasi risiko sehingga bumil tak was-was terhadap kondisi janinnya.

Adapun, tindakan yang bisa dilakukan dokter seperti:

– Menambal gigi (dental filling and crowns) idealnya dilakukan pada trimester kedua. Hindari penggunaan amalgam karena mengandung merkuri (Hg). Logam berat tersebut melalui aliran darah bisa masuk ke dalam kandungan dan bisa membahayakan janin. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter gigi Anda, bahan apa yang aman untuk menambal gigi.

– Seandainya ada gigi yang harus dicabut, biasanya dokter akan menundanya bila Anda tengah hamil trimester pertama atau ketiga. Prosedur cabut gigi bisa membuat bumil stres, itu yang harus dihindari. Pasalnya, masa trimester pertama merupakan periode pembentukan janin. Jika bumil stres bisa memicu terjadinya keguguran.

Sedangkan, pada trimester ketiga stres bisa memicu terjadinya kontraksi. Tak menutup kemungkinan, bayi lahir prematur. Jadi, dokter biasanya hanya akan memberikan obat khusus untuk mencegah rasa sakit, seperti obat antibiotik yang aman untuk janin.

– Rontgen gigi dengan sinar X juga sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu pertumbuhan janin atau cacat apalagi pada trimester pertama.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Sakit Gigi Kala Hamil Bisa Sebabkan Kelahiran Prematur

  1. senopatiarthur berkata:

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://orang-tua-anak.infogue.com/sakit_gigi_kala_hamil_bisa_sebabkan_kelahiran_prematur

    • mbl berkata:

      dulu waktu saya hamil pertama gigi saya sakit mulai saat gidam sampai melahirkan . Tapi setelah melahirkan gigi saya tidak sakit lagi . Lima tahun kemudian saya hamil lagi . Baru telat seminggu gigi saya sakit lagi apa yang harus saya lakukan ? dan mengapa ini bisa terjadi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s