Pilih yang Aman

DALAM mengonsumsi makanan non-fat sebaiknya jangan asal memilih. Perhatikan kandungan gizi yang terdapat di dalamnya dan pastikan itu aman untuk kesehatan.

Guru besar Ilmu Pangan dan Gizi Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ali Khomsan Ms menuturkan, harus didefinisikan, makanan yang mengandung lemak tinggi dan dikurangi kandungan lemaknya dapat dikatakan menjadi makanan low fat.

Namun, dalam mengurangi kandungan lemak tersebut, harus ada aturannya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Jika sudah mematuhi aturan, maka bagus untuk dikonsumsi,” sebut Ali.

Konsultan gizi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak di Ampera, Kemang, Putri Gita Menur SKM menuturkan, makanan non-fat memang mempunyai sedikit kandungan lemak. Namun, fungsi dari lemak ini sebaiknya jangan dilupakan. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan.

“Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks,” papar Putri.

Dia juga menjelaskan, lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminin seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada.

Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya. “Maka dari itu, bila seseorang terlalu sering mengonsumsi makan non-fat, maka fungsi organ tersebut di atas akan tidak berfungsi dengan optimal, sebaliknya bagi penderita penyakit jantung, kolesterol tinggi, perlu diterapkan diet rendah lemak untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah,” ujar Putri.

Ditambahkan Putri, mengonsumsi bahan makanan rendah lemak seharusnya ditanamkan sejak masa anak-anak, yaitu kira-kira di atas usia 5 tahun sampai usia lanjut sehingga diharapkan dapat menurunkan angka obesitas pada anak-anak dan dewasa sehingga dapat menurunkan risiko penyakit degenaratif

“Jadi, makanan non-fat yang bagus dikonsumsi adalah makanan dengan kandungan total lemaknya rendah, tinggi serat, rendah gula, rendah garam, tidak menggunakan bahan pengawet, diolah dengan cara dipanggang, direbus, tinggi asam lemak tidak jenuh ganda (omega 3 dan omega 6),” pesannya.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s