Ibu Bijak Prioritaskan Makanan Sehat

SEORANG ibu pasti sering mendengar rengekan anak yang mogok makan manakala menu yang disajikan tidak sesuai harapan. Setiap kali hendak makan, si kecil maunya disajikan menu kesukaannya, seperti fried chicken.

Walau diawali dengan perdebatan, namun pada akhirnya ibu menurutinya. Acara makan si kecil memang jadi terselesaikan, tapi sampai kapan hal ini berlangsung? Daripada mengikuti selera dan mengenyampingkan nilai gizi yang terkandung di dalam makanan, lebih baik Anda merencanakan makanan sehat untuknya.

Namanya anak-anak, tentu tidak mengerti nilai gizi yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsinya. Kalau menurutnya makanan itu enak, dia pasti akan mencarinya lagi. Bayangkan, jika dia hanya suka fast food, atau makanan berminyak dan berlemak. Bukannya sehat, malah kolesterol membuntuti setiap saat. Wuih!! Anda harus berperang melawan kebiasaan makannya yang jelek itu.

Tapi yang perlu diingat, pola makan anak biasanya mengikuti pola makan orangtuanya. Jadi, kurangi kebiasaan memberi anak makanan cepat saji. Beralihlah pada makanan sehat mulai sekarang!

Nah agar Anda dapat menentukan langkah bijak menuju hidup sehat, dr Emmy Natalia MS SpGK dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, memaparkan cara pandangnya.

Jadilah ‘koki’ di dapur

Jika Anda hobi memasak, terus lakukan hal itu di rumah. Justru makanan sehat bisa dihasilkan di rumah dibanding makanan matang yang dibeli di luar rumah.

Pintar-pintarlah menentukan makanan untuk buah hati tercinta. Usahakan makanan mengandung unsur empat sehat lima sempurna, mencakup nasi, lauk pauk, sayur-mayur, buah-buahan plus susu sebagai pelengkap. Pasalnya, satu jenis makanan saja tidak bisa memenuhi asupan gizi dan nutrisi. Bayangkan bila anak hanya mengonsumsi nasi dengan satu potong ayam goreng renyah. Kandungan gizi yang terdapat di dalam makanan itu sudah pasti tidak seimbang.

Atur menu harian

Biasakan disiplin makan sedari dini. Ajaklah anggota keluarga untuk menentukan menu makanan apa yang akan dibuat dalam satu minggu. Walau Anda bekerja dan menyerahkan urusan dapur pada si ‘Bibi’, sentuhan perhatian Anda tertuang dalam menu harian. Pilihlah menu yang bervariasi setiap hari agar si kecil tidak bosan.

Pilih bahan makanan berkualitas baik

Menentukan makanan sehat tidaklah sulit, tergantung bagaimana kita memilihnya. Pilihlah bahan makanan yang berkualitas baik dan masih segar sehingga mampu memberikan nutrisi semaksimal mungkin. Tak perlu harus mahal, yang penting mudah ditemukan dan diolah, semisal sayuran hijau, ikan, daging, dan telur.

Perhatikan pula proses pengolahannya, kurangi makanan yang berlemak seperti makanan yang digoreng, tetapi perbanyak makanan yang direbus atau dibakar. Disarankan proses pengolahannya jangan terlalu lama terutama sayuran agar kandungan gizinya tidak hilang.

Biasakan makan bersama

Biasakanlah untuk selalu makan bersama di rumah. Dengan makan bersama, Anda sebagai orangtua bisa memonitor apa yang dimakan oleh anak dan bisa menjelaskan kegunaan dari makanan itu. Anda juga dapat mengajari mereka bagaimana cara makan yang benar.

Nah, biarkan anak melihat apa yang Anda makan. Dengan cara seperti itu, anak-anak akan meniru kebiasaan orangtuanya. Jika Anda ingin si kecil suka sayur dan buah, makanlah makanan itu di depannya. Puji si kecil bila dia mau melahap sayuran dan buah yang Anda berikan.

Jadilah kreatif

Kebanyakan orangtua saat ini kesulitan memilihkan makanan sehat untuk anak, karena banyak anak yang enggan makan sayur dan lebih menyukai fast food. Di sinilah peran seorang ibu sangat dibutuhkan. Cara pengolahan yang baik dan penyajian yang menarik akan membuat makanan sehat itu menjadi makanan favorit keluarga.

Banyak masakan yang enak tapi sehat, seperti yang berbahan sayur, daging ayam tanpa kulit, dan ikan laut. Bukan berarti masakan yang sehat itu tidak nikmat, tergantung bagaimana mengolahnya. Semakin pandai mengolahnya semakin nikmat pula rasanya.

Nah, mulailah mengajari anak hidup sehat sedini mungkin. Melalui hidup sehat, Anda dan keluarga bisa menangkis berbagai penyakit seperti diabetes atau obesitas yang kerap menghantui mereka yang memiliki pola makan yang tidak sehat.

Tak hanya itu, melalui makanan yang sehat dan lezat, Anda akan semakin dicintai suami dan anak-anak. Tak percaya? Silakan buktikan sendiri!

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s