Performance Nutrition, Bentuk Tubuh Ideal dan Fit

AGAR tubuh sehat, olahraga rutin seminggu tiga kali dan atur pola makan sangat berperan. Saat ini program Performance Nutrition bisa membuat badan menjadi lebih fit.

Performance Nutrition ini diprakarsai oleh dokter yang telah menerbitkan dua buku tentang pembentukan tubuh dari Jakarta Anti-Aging Center dan Anti-Aging Fitness Consultant Dr Phaidon L Toruan. Dia mengatakan, Performance Nutrition sebenarnya berangkat dari kebutuhan tubuh terhadap olahraga dan pemenuhan nutrisi. Untuk mengganti makanan yang tidak penting menjadi penting, sangat dianjurkan selama mengikuti program ini.

Nutrisi yang dibutuhkan tubuh, Phaidon menyebutkan, dibagi menjadi dua bagian. Pertama, macronutrients (karbohidrat, lemak, protein dan air). Kedua adalah micronutrients yang terdiri atas Vitamin A, B, C, D, E, serta mineral, kalsium, fosfor, magnesium, nutrium hingga kromium.

Di dalam tubuh manusia, karbohidrat akan diubah menjadi gula sederhana yang kadarnya dalam darah bisa diukur. Dalam kondisi normal setelah delapan jam tidak makan, kadar gula adalah 120 mg/dl. “Karbohidrat dibagi pula menjadi dua bagian, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana banyak terdapat pada gula, roti putih, gandum dan nasi putih. Karbohidrat jenis ini membuat gula darah cepat naik,” kata Phaidon.

Jika kadar gula naik, Phaidon menyebutkan, maka otak akan bisa merasakan naiknya kadar gula. Lalu memerintahkan pankreas untuk mengeluarkan hormon insulin yang berfungsi untuk memasukkan kadar gula ke dalam hati dan otot. “Bila kadar gula masuk ke dalam jaringan darah dan tidak tertampung lagi, maka gula tersebut akan masuk ke dalam sel lemak. Itulah yang membuat kegemukan semakin merajalela di berbagai belahan dunia,” kata dokter berkacamata tersebut.

Hal ini berbeda jika mengonsumsi karbohidrat kompleks. Sebab, pengolahannya lebih lama di dalam tubuh. Dengan begitu, gula darah naik perlahan-lahan saja. “Tubuh menjadi tidak mudah lapar, tenaga lebih stabil karena gula yang terkandung di dalam karbohidrat kompleks langsung dipakai tubuh sebagai energi sehingga tidak menyebabkan timbunan lemak,” kata Phaidon.

Karbohidrat kompleks, Phaidon menyebutkan, banyak terdapat pada umbi-umbian seperti singkong. Karbohidrat kompleks juga banyak terdapat pada beras merah dan jagung. “Jadi untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sempurna adalah mengubah pola makan. Misalnya mengonsumsi karbohidrat kompleks,” akunya.

Jika pola makan telah diubah, Program Performance Nutritions disempurnakan dengan latihan beban. Latihan beban yang dilakukan pun adalah latihan bertahap, mulai pemanasan, latihan inti hingga pendinginan. “Dengan konsumsi karbohidrat yang tepat dipadukan dengan latihan beban, dijamin tiga bulan bisa mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Dan itu bisa dicapai oleh pria ataupun wanita,” katanya.

Hal senada juga disampaikan dokter gizi, Dr Bonny Octarima R. Dia mengatakan bahwa Program Performance Nutrition sangat bagus dilakukan, mulai remaja, dewasa, ibu-ibu ataupun bapak- bapak.

Hal pertama yang dilakukan dalam Program ini, menurut Bonny, adalah mengatur pola makan dan olahraga. Pembakaran lemak yang paling banyak berhasil adalah dengan melakukan latihan beban. “Paling penting dilakukan adalah pembentukan massa otot dan mengimbanginya dengan makanan yang seimbang,” katanya.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s