Hindari Bahas Mantan Pacar dalam Rumah Tangga

SAAT telah memutuskan untuk membina hubungan dalam ikatan pernikahan, tentu Anda dan pasangan harus berkomitmen menjalani hidup bersama tanpa menguak masa lalu.


Untuk membuat komitmen jangka panjang selalu awet, selama Anda telah terikat dalam tali pernikahan, jangan pernah menyinggung masalah lama. Yang sangat harus diingat adalah kisah baru Anda dengan pasangan. Jangan memancing pasangan untuk membicarakan kenangan lama. Bicarakan hal-hal baru yang terjadi dalam hidup Anda dan pasangan.

Mengenai hal itu, Psikolog Rosdiana Tarigan MPsi, MHPEd, membenarkannya. Psikolog yang berpraktik di Rumah Sakit Pluit ini pun memaparkan pandangannya.

“Karena tidak ada hubungannya lagi dengan ikatan yang saat ini tengah dijalani, maka sebaiknya hindari membahas mantan kekasih, baik si X Anda maupun pasangan,” kata Rosdiana saat dihubungi¬† melalui telepon selulernya.

Kendati begitu, membicarakan mantan pacar tetap dapat dilakukan asal tahu batasannya. Artinya, jangan mengutarakan dengan cara yang menyinggung perasaan dan mencari tahu dengan cara membabi buta.

“Kalau tujuan membahas si X hanya untuk mengorek cerita kisah asmara pasangan, itu yang tidak sehat. Justru sebaiknya Anda tak perlu menganggap kisah lalu hubungan cinta pasangan dengan mantannya penting, kecuali ada sesuatu yang berhubungan dengan tali pernikahan yang saat ini tengah dijalani. Semisal pasangan memiliki anak dari si X, maka Anda harus mencari tahu mengenai hal tersebut,” paparnya panjang lebar.

Membahas si X dengan pasangan juga harus mengikuti batasan-batasannya. Membanding-bandingkan pasangan dengan si mantan, meskipun sebatas humor, tentu akan menyakiti hati pasangan.

“Pada dasarnya setiap manusia tidak suka dibandingkan dengan manusia lainnya. Kendati hanya sebatas guyonan, pasangan dapat serius menganggap hal itu dan menyinggung perasaannya. Karena itu sebaiknya tidak perlu menguak masa lalu secara berlebihan,” imbuhnya.

Tak hanya sebatas itu saja, sambung psikolog kelahiran Surabaya, 30 September 1973 ini, membahas mantan pacar juga harus melihat karakter masing-masing pasangan.

“Dalam pelaksanaannya Anda tetap harus mengetahui karakter pasangan masing-masing. Kalau pasangan memiliki sifat pencemburu, bisa membuat hubungan rumah tangga jadi kacau,” tandas ibu dua orang puteri ini.

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s