Faktor yang Mempengaruh BBL

Di Jepang, negerinya Oshin, telah terjadi ‘evolusi’ tinggi badan. Dulu orang Jepang pendek-pendek, lebih pendek dari bangsa-bangsa yang dijajahnya. Sampai-sampai ada yang menjuluki mereka ‘ayam kate’. Tapi sekarang, wow, tingginya sudah melebihi orang Indonesia.

Namun di Indonesia pun konon terjadi evolusi tinggi badan. Banyak orang (awam) yang mengatakan, bayi-bayi Indonesia belakangan ini berat badan lahir (BBL)-nya lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Dulu bayi yang lahir dengan bobot 3 kilogram sudah disebut besar, tapi kini dianggap biasa saja karena banyak bayi yang lahir dengan berat 3,5 kg hingga mendekati atau mencapai 4 kilogram.

Para pakar neonatal sepakat, penilaian atas berat badan bayi waktu lahir mempunyai empat acuan. Pertama makrosomia, yaitu BBL lebih dari 4 kg. Kedua BBL normal, berkisar 2,5-4 kg. Ketiga BBLR (berat badan lahir rendah) yang berkisar 1,5-2,5 kg. Terakhir BBLSR (berat badan lahir sangat rendah) yang hanya sekitar 1,5 kg ke bawah.
“Kalau BBL bayi antara 3-4 kg, itu masih dianggap normal dan tidak ada masalah. Yang bermasalah adalah bayi yang mengalami BBLR,” papar Dr. H. Effek Alamsyah, Sp.A., M.P.H. Lebih lanjut, dokter anak yang juga instruktur Program Resusitasi Neonatal Perinasia dan Ketua Perinasia Cabang DKI Jaya ini mengatakan bahwa BBL tergantung dari berbagai faktor, antara lain:

  1. Masa kehamilan
    BBL dipengaruhi masa kehamilan atau gestasi, yaitu hitungan berapa minggu janin berada di dalam kandungan dihitung dari tanggal menstruasi terakhir. Masa kehamilan dibedakan atas: preterm (sampai dengan 37 minggu), aterm (37-42 minggu), dan postterm (lebih dari 42 minggu).BBL sendiri terbagi dalam tiga jenis menurut masa kehamilannya, yaitu Sesuai Masa Kehamilan (SMK), Kecil Masa Kehamilan (KMK), dan Besar Masa Kehamilan (BMK). Untuk menetapkan jenis BBL bayi menurut masa kehamilannya, BBL bayi akan disesuaikan dengan tabel pertumbuhan berat bayi berdasarkan masa kehamilan. Misalnya, pada masa kehamilan 38 minggu BB seharusnya sudah 3.000 gr. Tetapi saat lahir BB hanya 2.400 gr. Maka bayi termasuk jenis ‘aterm KMK’. Contoh lain, pada masa kehamilan 36 minggu, BB seharusnya sekitar 2.400 gr. Saat lahir BB tetap 2.400 gr. Maka bayi disebut ‘preterm SMK’. Biasanya, preterm SMK lebih berisiko daripada preterm KMK.
  2. Faktor ibu hamil
    Bila saat hamil ibu mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, anemia, malnutrisi, infeksi virus, bakteria, TORCH, atau menjalani gaya hidup yang kurang baik seperti merokok dan minum obat-obatan, maka BBL bayinya akan sangat terpengaruh. “Persalinan pada usia muda juga merupakan salah satu faktor yang memungkinkan bayi mengalami BBLR,” jelas Dr. Effek, yang juga kepala Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dan Kepala Unit Perinatologi Nicu-Picu, RS Islam Jakarta.
  3. Faktor sosial-ekonomi
    Sosial-ekonomi merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan janin, karena biasanya berhubungan dengan pemberian nutrisi dan kualitas lingkungan yang didapat ibu selama hamil. Padahal, keduanya sangat mempengaruhi kesehatan janin.
  4. Faktor janin
    Bayi kembar, pertumbuhan janin terhambat, bayi besar, gawat janin, posisi janin dalam rahim, dll. juga ikut mempengaruhi BBL.
  5. Faktor persalinan
    Demam atau infeksi saat persalinan (infeksi intrapartum), kelahiran prematur, persalinan terlalu dini, cairan amnion (ketuban) yang sudah keruh kental, tali pusat menumbung (menyembul keluar) atau perdarahan sebelum persalinan (perdarahan antepartum), juga mempengaruhi BBL.

Fenomena Bayi Besar?

Benarkah saat ini ada kecenderungan bayi-bayi lahir besar — memiliki BBL di atas 2,5 kg? Menurut Effek, hal ini bisa saja terjadi pada sebagian masyarakat yang mempunyai taraf sosial-ekonomi serta kesehatan yang baik. “Kalau memang ibu mendapatkan nutrisi dan lingkungan yang baik selama hamil, tak mempunyai penyakit atau terinfeksi penyakit, serta selalu memeriksakan kehamilannya, bisa saja BBL bayinya besar,” ujar kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RS Islam Jakarta ini.

Hanya saja, Effek tak sependapat jika saat ini dikatakan ada fenomena bayi-bayi dengan BBL tinggi. Sebab berdasarkan pengamatannya, saat ini Indonesia mengalami krisis berkepanjangan. Akibatnya, banyak ibu hamil yang tak bisa memberikan nutrisi dan lingkungan yang baik pada janinnya. “Jadi sebenarnya justru bayi yang punya BBL tinggi itu jumlahnya lebih sedikit dibanding yang mengalami BBLR.” Bahkan ia memperkirakan jumlah bayi dengan BBLR akan semakin bertambah, seiring dengan mortilitas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) bayi yang masih cukup tinggi, yaitu berkisar 45-50 per 1.000 kelahiran hidup….

Makrosomia, Si Bayi Raksasa

Pernah dengar bayi dengan BBL lebih dari 4 kg? Dalam istilah kedokteran, bayi seperti ini disebut bayi makrosomia. Menurut Dr. H. Effek Alamsyah, Sp.A., M.P.H., bayi makrosomia bisa disebabkan empat faktor: (1) Faktor kondisional, yaitu yang tak diketahui penyebabnya. Misalnya, orangtuanya memang besar atau karena memang lingkungannya (faktor gizi) yang memungkinkan bayi mempunyai BBL besar; (2) Ibu hamil menderita diabetes mellitus; (3) Ibu yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas); (4) Ibu yang mengalami kehamilan lebih bulan.

Bayi makrosomia karena faktor genetik, yaitu karena orangtuanya besar, mungkin tak banyak mengalami masalah. Yang bermasalah adalah bayi BBL besar akibat ibu mengalami diabetes, yaitu akan mengalami banyak komplikasi serius. Di samping itu, bayi makrosomia juga kerap meningkatkan angka kelahiran dengan bantuan operasi Cesar. Dan operasi Cesar akan menambah komplikasi pada bayi.

Bagaimana bila dipaksakan persalinan normal? Ternyata banyak juga kelemahannya. Sebab selain ibu akan mengalami kelelahan sebelum persalinan, bayi pun dapat mengalami trauma persalinan seperti distosia bahu (bahu terkilir), patah tulang selangka, kelumpuhan tungkai atas (yang disebabkan lumpuhnya saraf fleksus brachialis atau brachial palsy, serta terganggunya pernapasan akibat kelumpuhan saraf diagram (phrenic palsy). b Rahmi

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Faktor yang Mempengaruh BBL

  1. Rifind berkata:

    bagus ni

  2. kiranadrg berkata:

    bagus minta yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s