Membangun Hubungan Baik Anak-Orangtua

TIDAK gampang membangun sebuah keluarga yang harmonis. Tidak mudah menciptakan atmosfer keluarga yang kondusif di mana masing-masing orang merasa bernilai sebagai pribadi dan sebagai bagian dari keluarga. Karena itulah, Anda harus tahu apa yang mesti dan tidak boleh dilakukan. Jika tidak, rumah Anda tak ubahnya kos atau kontrakan.

Berikut ini beberapa poin yang bisa Anda gunakan untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis:

Pelajari ketertarikan anak-anak

Anak-anak Anda pasti memiliki ketertarikan terhadap sesuatu. Yang harus Anda lakukan adalah memperlajari ketertarikan mereka. Apa yang mereka sukai? Apa yang ingin mereka lakukan? Setelah tahu itu, bantulah mereka. Anda, misalnya, menyiapkan alat atau apa pun yang bisa mendukung mereka. Jadilah teman sharing untuk mereka.

Jangan anggap biasa

Kalau Anda sudah terlalu sering menganggap biasa hari-hari penting anak-anak Anda, seperti hari ulang tahun dan hari libur, sekarang saatnya Anda berubah. Jangan anggap biasa. Perlakukan hari-hari itu dengan istimewa. Anda, misalnya, bisa memberikan kartu ucapan selamat, membuat pesta kecil, atau memberikan kado atau kenangan. Tindakan kecil semacam itu akan semakin menguatkan intimasi personal Anda dengan anak-anak Anda. Mereka merasa dicintai dan dihargai.

Jangan selalu mencampuri urusan anak-anak Anda

Benar bahwa Anda tak ingin melihat anak-anak Anda susah atau mendapat kesulitan, sehingga Anda berusaha sedapat mungkin masuk dalam persoalan atau masalah mereka dan memecahkannya. Itu benar. Tapi kurang tepat. Tanya kenapa? Karena anak Anda bisa tak berkembang. Mereka akan selalu bergantung pada Anda. Bukankah Anda tak selalu bersama mereka? Jika demikian, bagaimana mereka bisa maju? Kalau perlu, Anda menantang mereka untuk bisa dan harus bisa menghadapi masalah. Harus bisa mencari jalan keluar. Kalau mereka meminta pendapat atau masukan, berikan.

Biarkan mereka membuka diri

Pernahkah Anda, anak-anak, membiarkan orang tua Anda membuka diri? Bercerita tentang diri dan pengalaman mereka? Jika tidak, Anda harus berbuat sebaliknya. Sesekali Anda perlu mendengarkan mereka. Membiarkan mereka bercerita. Ingat, ada banyak hal yang tidak atau belum mereka ceritakan kepada Anda karena merasa Anda belum mengerti atau masih terlalu kecil. Tanyakanlah cinta pertama mereka, masa kecil mereka atau apa yang mereka rasakan ketika mereka menghadapi tantangan dan peluang yang sebenarnya. Anda akan terkejut dengan apa yang bisa Anda pelajari dari pengalaman mereka tersebut.

Luangkan lebih banyak waktu untuk keluarga Anda

Matikan TV dan komputer dan nikmatilah waktu Anda bersama keluarga. Kalau tidak ada urusan atau tugas yang penting dan mendesak, tangguhkan dulu. Berikan waktu Anda untuk orangtua dan saudara-saudara Anda. Berikan waktu dan kesempatan kepada anak Anda untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Buatlah semacam permainan seru di ruangan tamu atau ruangan makan. Berbagilah cerita tentang hari-hari Anda dan dan kegiatan yang Anda jalani. Hal tersebut bisa membuat hubungan emosional Anda dan mereka menjadi lebih kuat. Keluarga Anda menjadi semakin harmonis.

Dia bukan Anda

Sebuah kesalahan yang sering terjadi dalam hubungan ibu dan anak gadisnya adalah sang ibu sering merasa bahwa anak gadisnya adalah “dirinya ketika muda.” Tak heran, sang ibu berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan melindungi anak gadisnya supaya tidak melakukan kesalahan yang sama dengannya. Itu salah. Cobalah memisahkan perasaan “sama” itu. Anak gadis Anda adalah sosok yang sama sekali lain. Ia memiliki karakter dan sifatnya sendiri. Mungkin saja ia tidak ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang sudah Anda lakukan ketika Anda seusianya. Mungkin juga ia melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah Anda lakukan. Tapi apakah itu harus? Tidak! Anda harus membiarkan anak gadis Anda tumbuh dan belajar dari hal-hal yang dia hadapi sendiri dalam hidupnya, dengan gaya dan caranya sendiri. Hargailah dia sebagaimana dia adanya. Jangan berusaha menjadikan dirinya diri Anda.

Hargailah perbedaan

Orangtua Anda dan juga orang-orang yang lebih tua dari Anda tentu memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak daripada Anda. Mereka tentu memiliki cara pandang yang berbeda dalam menghadapi persoalan. Jika Anda tidak sepakat dengan mereka, hormatilah cara pandang mereka. Perbedaan pendapat antar generasi itu wajar. Itu bukan masalah. Yang perlu Anda lakukan adalah menghargai dan menghormati perbedaan. Semakin bisa Anda menghargai mereka, semakin bisa Anda menghargai mereka, semakin besar kepercayaan diri mereka. Semakin yakin bahwa mereka berharga. Demikian pun mereka terhadap Anda.

Belajar untuk benar-benar mendengarkan

Kebanyakan orangtua lebih sering mengungkapkan nasihat-nasihat dan berbagai larangan kepada anak-anaknya berbicara. Alangkah baiknya jika sebagai orangtua, Anda bukan saja bisa berbicara dan mengemukakan apa yang Anda harapkan dari anak Anda, melainkan juga mampu mendengarkan anak-anak Anda. Jadilah pendengar yang baik bagi mereka. Dengan demikian, anak akan merasa lebih berarti dan dihargai karena ada seseorang yang mau mendengarkannya. Jangan sampai ungkapan “No body listens to me” atau “Saya tidak diperhatikan” keluar dari mulut anak-anak Anda.

Semua keluhan patut diperhatikan

Banyak orangtua melupakan keluhan atau tak memperhatikan apa yang dikatakan anak-anaknya. Benar bahwa tidak semua keluhan mesti diperhatikan atau dituruti begitu saja supaya anak tak manja dan tergantung. Tapi ingat baik-baik bahwa keluhan mereka adalah rintihan hati mereka. Dan itu harus didengarkan. Ambillah waktu untuk mendengarkan keluhan mereka. Mungkin saja benar. Apalagi bukan hanya satu orang yang mengeluh melainkan dua atau beberapa. Jika demikian, berarti ada yang kurang beres. Duduklah bersama dan dengarkan. Buatlah anak-anak Anda merasa bahwa dirinya berharga. Diskusikanlah kegiatan yang bisa Anda dan mereka lakukan bersama dan tempat apa yang mereka sukai bersama? Dengan demikian masing-masing dari mereka merasa bahwa Anda selalu memberikan kasih sayang dan perhatian yang sama kepada mereka masing-masing. Ingat, hal yang paling penting bagi mereka adalah agar mereka bisa merasa bernilai sebagai seorang individu dan tidak hanya sebagai enggota keluarga.

Berilah anak-anak Anda ruang.

Jangan pernah membedakan dan membanding-banding anak yang satu dengan yang lain. Karena jika Anda melakukan hal itu, salah satu anak Anda bisa merasa tidak berarti dan tidak berharga dibandingkan yang lain. Jika anak Anda bertengkar, jangan langsung memaksa mereka untuk segera berbaikan dan melanjutkan lagi kegiatan yang sempat mereka lakukan. Berilah waktu dan ruang bagi mereka untuk menyendiri.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

2 Balasan ke Membangun Hubungan Baik Anak-Orangtua

  1. reginna berkata:

    saya adalah seorang anak yang merasa tidak diperhatikan…
    sebelumnya saya sudah merasa kalau orang tua saya membedakan saya dengan saudara perempuan saya
    umur saya tidak begitu jauh demgannya
    ya.. hanya beda 1 tahun saja
    jadi mungkin wajar jika kamisama
    namun pada kenyataannnya… saya diperlakukan berbada
    saya akui mungkin saya merasa terlalu berlebihan mengenai hal ini
    tapi sungguh saya tidak kuat kalau selalau seperti ini setiap hari
    hidup ini butuh sesuatu
    saya kuliah sama seperti adik saya
    tapi kenepa harus dia yang harus lebih diperhatikan
    dibanding saya?
    dia diberikan motor.laptop.2 buah hp.
    tapi saya? saya tidak sama sekali tidak diberi apa2
    saya mohon jawab pertanyaan saya…

  2. arsyak tegal berkata:

    begini saya tidak tahu persis anda, yang saya tanyakan apakah anda anak kandung atau bukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s