Kurangi Nyeri Haid dengan Terapi Energi Cair

NYERI haid bukanlah penyakit. Nyeri timbul karena ada kelainan dalam organ pinggul. Banyak metode yang telah dikembangkan oleh ahli untuk mengatasi nyeri itu. Salah satunya adalah terapi energi cair.

Secara alamiah, penyebab nyeri haid bermacam-macam. Bila dilihat dari faktor penyebabnya, nyeri haid dapat dibagi menjadi dua kategori. Nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Faktor penyebab nyeri haid primer tidak diketahui dengan pasti. Tetapi nyeri haid sekunder sebagian besar disebabkan oleh kelainan dalam organ pinggul, seperti tumor, endrometriosis infeksi, kelainan rahim sampai dengan penggunaan alat kontrasepsi.

Mengurangi Nyeri

Nyeri haid primer biasanya diatasi cukup dengan obat penghilang rasa nyeri, mulai dari yang betul-betul hanya menekan rasa sakit sampai yang mempunyai pengaruh antiprostaglandin dan non-steroid. “Sayangnya, berdasar kajian teoritik sampai saat ini, obat penghilang rasa nyeri belum ada yang aman terutama bila diminum dalam jangka waktu yang lama,” jelas dr Barki, praktisi terapi energi cair dari Vivari Healing Centre. Biasanya nyeri haid primer diderita ketika berusia kurang dari 20 tahun. Gadis berusia 14 tahun yang haid akan merasa nyeri ketika haid. Rasa nyeri akan berlangsung hingga 10 tahun. Berapa tablet yang harus diminum jika haid?

Dunia kesehatan telah menemukan sebuah terapi alami untuk menghilangkan rasa nyeri itu. Rasa nyeri, seperti nyeri pinggang, dan migrain adalah akibat berubahnya keseimbangan lingkungan dalam tubuh. Inti dari terapi alami adalah mengembalikan keseimbangan tubuh. Salah satu literatur menyebutkan bahwa penyebab nyeri haid adalah sumbatan energi sehingga terjadi ketidakseimbangan aliran energi Qi (baca: Cii) dan darah. Menurut konsep tersebut, kesehatan dapat terpelihara apabila Qi mengalir dengan energi dan kualitas yang tepat.

Qi atau life energy adalah akar kesehatan dan vitalitas tubuh. Mengalir dalam tubuh melalui saluran energi (meridian/jinglou). Telah digunakan ribuan tahun oleh akupunkturis dan herbalis. Mulai dikenal dunia ilmiah sejak ilmuwan Jerman, Schlebusch, Maric-Oehler dan Popp, berhasil merekam dan membuktikannya secara visual.

Terapi Energi Cair

Ini adalah salah satu terapi alternatif terbaru. Terapi ini membuat takjub berbagai kalangan. Efeknya begitu efektif dan aman dengan tiga senjata pamungkasnya, hidrasi, detox dan kemampuan energi balancer. Pada dasarnya, terapi energi cair yang dilakukan di Vivari Healing Centre menggunakan energi tubuh. Terdiri dari dua unsur vital tubuh manusia, yaitu energi dan cairan. Terapi ini mengembalikan tubuh ke fungsinya semula. “Bila minum air biasa untuk menghilangkan haus, pada kondisi tertentu, energi cair justru semakin diminum semakin bertambah hausnya,” lanjut dr Barki. Dosis yang sesuai dengan anjuran adalah satu botol energi cair dapat dicampur dengan segalon air mineral. Energi cair bisa juga dicampur dengan minuman lain seperti kopi dan susu.

Teknologi ini terinspirasi dari penemuan Prof Peter Agre dari Biological Chemistry & Medicine di Johns Hopkins University School of Medicine, Baltimore, Amerika Serikat. Prof Agre adalah pemenang Nobel tahun 2003 untuk penelitiannya tentang Aquaporin dalam mebran sel. Penemuan ini telah membuka era baru pengertian orang tentang mekanisme masuknya cairan ke sel tubuh serta hubungannya dengan kesehatan dan terapi penyakit. Teknologi ini membentuk energi stabil yang menjaga molekul cairan optimum melewati aquaporin (pori-pori untuk air pada membran sel) agar masuk ke dalam sel.

Efek samping dari terapi ini adalah pasien akan merasa haus. Pasien yang sedang mengonsumsi energi cair tidak diperkenankan minum air putih atau air mineral tanpa campuran energi cair. Sebab semua pengobatan yang dilakukan akan percuma bila tidak dicampur dengan produk tersebut.

Cara menghindari nyeri pada saat haid adalah mengikuti pola hidup yang sehat. Untuk menghilangkan nyeri pada saat haid, sebaiknya cairan vivari healing diminum rutin selama dua minggu berturut-turut sebanyak 5-8 botol per hari (setiap orang berbeda karena kondisi kesehatan yang berbeda).

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s