Jaga Psikologi Penderita Kanker Payudara

PADA perempuan penderita kanker payudara, bukan hanya kondisi tubuhnya saja yang sakit. Namun, keadaan jiwa si penderita juga sangat terpengaruhi.

Kanker payudara adalah penyakit yang bermula dari kelainan sel kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara. Hal ini dikatakan oleh Divisi Hematologi- Onkologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN RSCM, Dr dr Noorwati Sutandyo, SpPD, KHOM pada acara kegiatan kampanye Pfizer Woman Care (PWC) yang diadakan PT Pfizer Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kanker payudara merupakan jenis kanker yang sering diderita perempuan dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Dan sampai sekarang juga tidak diketahui penyebab pastinya,” ujar dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Dia menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah faktor risiko. Semakin lanjut usia seorang wanita akan semakin tinggi kemungkinan dia terkena kanker payudara. Tapi, Anda juga patut waspada karena penyakit ini juga dapat terjadi di usia yang lebih muda. Riwayat keluarga yang terkena kanker payudara, riwayat reproduksi, yaitu usia haid pertama 11 tahun, hamil pertama pada usia 40 tahun, serta menopause pada usia di bawah 54 tahun.

“Timbulnya keluhan fisik, kemunduran emosional, renggangnya hubungan sosial dan berkurangnya komunikasi antara suami istri, umumnya menjadi kejadian yang timbul pada seseorang yang menderita kanker payudara,” ujar staf pengajar di Subbagian Hematologi- Onkologi Klinik FKUI/RSCM tersebut.

Nah, faktor yang harus diperhatikan dalam hubungan pasangan suami istri (pasutri) oleh penderita kanker payudara yang menjalani terapi, dan atau pasca mastektomi antara lain, secara psikologis terjadi kelelahan kronis (fatigue). Imbas itu disertai muntah selama kemoterapi, menunjukkan gejala serupa dengan wanita menopause, seperti keengganan melakukan hubungan suami-istri karena penurunan kadar hormon seksual.

Survivor adalah sebutan bagi para penderita kanker yang telah melalui serangkaian pengobatan serta terapi hingga berhasil sembuh dari sel kanker. Bagi seorang survivor kanker payudara pascapengangkatan payudara, dukungan dari orang terdekat sangatlah penting untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Seorang survivor ingin dihargai sebagaimana perempuan seutuhnya seperti sebelum pengangkatan payudara.

Seperti dikatakan Psikolog dari Universitas Indonesia, Zoya Dianaesthika Amirin, MPsi bahwa keadaan jiwa pasien penderita kanker payudara sangat mempengaruhi kesehatan mereka.

“Secara psikologis mereka yang terkena kanker payudara sangat membutuhkan dukungan emosional dari orangorang terdekat, khususnya suami yang memainkan peranan besar dalam proses terapi dan pengobatan,” ujar Zoya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s