Pelecehan Seksual & Bullying, Pengaruhi Fisik dan Mental

ANAK dan remaja paling rentan menjadi korban bullying dan pelecehan seksual. Waspadalah karena kedua “kejahatan” ini berdampak negatif pada fisik dan mental.

Bullying diartikan sebagai penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau kelompok sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya. Bentuknya bisa bersifat fisik seperti memukul, menampar, dan memalak; verbal seperti memaki, menggosip, dan mengejek; serta psikologis seperti mengintimidasi, mengucilkan, mengabaikan, dan mendiskriminasi.

Sebelumnya, setelah dikampanyekan dan diseminarkan secara nasional bahkan internasional, perlahan masyarakat dari berbagai kalangan mulai menyadari pentingnya menciptakan lingkungan bebas bullying.
Kendati mungkin terdengar seperti istilah baru, kasus bullying sebenarnya sudah ada sejak dulu, bahkan mungkin sejak manusia terlahir di dunia karena menyangkut sifat, perilaku, dan pola asuh. Tanpa disadari, tindak bullying terjadi setiap hari di lingkungan rumah, sekolah, kantor, dan di mana pun.

Bullying terjadi ketika apa pun yang dilakukan seseorang membuat orang lain merasa kecil, takut, dan tertindas,” papar Ketua Yayasan Sejiwa Diena Haryana.

Dampak negatif bullying konon dapat menurunkan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis pada siswa. Berbagai penelitian juga menunjukkan hubungan antara bullying dengan meningkatnya depresi dan agresi, serta penurunan nilai akademik dan tindakan bunuh diri.

“Sekitar 160.000 anak di Amerika membolos setiap hari akibat adanya kekerasan di sekolah. Hal ini tidak bisa didiamkan, kita harus segera bertindak,” ujar direktur eksekutif dari PACER (organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak dengan keterbatasan), Paula F Goldberg yang berpusat di Minnesota, Amerika.

Paula mengharapkan para guru orangtua, siswa, dan orang dewasa melalui komunitasnya masing-masing untuk bahu-membahu menciptakan iklim kondusif yang “mengharamkan” perilaku bullying. “Jika kasus bullying berkurang, lihatlah bahwa akan lebih banyak lagi siswa yang tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi, jarang membolos, tekanan fisik dan mental yang rendah, serta prestasi sekolah yang membaik,” tuturnya.

Nah, manakala banyak kalangan menyoroti perihal pencegahan bullying, James Gruber dan timnya dari University of Southern Maine di Amerika Serikat mengingatkan dampak negatif pelecehan seksual pada anak dan remaja. Penelitian yang mereka lakukan menyimpulkan efek negatif korban bullying bagi dirinya akan lebih besar dibandingkan pelecehan seksual.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Springer’s Journal Sex Roles itu, Gruber melibatkan partisipan 522 remaja SMP dan SMA. Para pelajar ini lantas diminta mengisi kuesioner perihal seberapa sering mereka mengalami perlakuan bullying dan pelecehan seksual selama sekolah, siapa pelakunya, dan bagaimana reaksi mereka saat dijadikan sasaran “kejahatan” tersebut.

Pada remaja pria maupun wanita, bullying lebih kerap terjadi ketimbang pelecehan seksual. Hal ini dilaporkan oleh lebih dari separuh siswa (52 persen) yang mengaku pernah di-bully dan lebih dari sepertiganya (35 persen) yang pernah dilecehkan secara seksual. Sementara hampir sepertiga (32 persen) pernah mengalami kedua hal tersebut.

Jumlah remaja wanita yang di-bully atau dilecehkan sama banyak dengan jumlah remaja pria. Akan tetapi, pada kaum minoritas seksual seperti gay, lesbian, dan biseksual, angka kasusnya lebih banyak lagi.

Kedua perilaku (bullying dan pelecehan seksual) tersebut selain merugikan korban, juga berdampak negatif terhadap kesehatannya.

Selain sejumlah masalah lain yang dapat membuat remaja merasa stres seperti perceraian orangtua, pindah rumah, jatuh cinta atau tersangkut masalah hukum, Gruber mendapati fakta bahwa pelecehan seksual lebih berbahaya dibandingkan bullying, baik pada remaja pria maupun wanita. Umumnya, remaja wanita dan kaum minoritas seksual yang paling terpengaruh dampak pelecehan seksual berakibat penurunan rasa percaya diri, kesehatan fisik, dan mental memburuk, serta beragam gejala trauma.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s