Berlebaran dengan Ketupat & Masakan Segar

LEBARAN identik dengan ketupat, opor, sambal goreng, rendang, dan sayur lodeh. Seluruh jenis masakan tersebut menjadi hidangan wajib yang disuguhkan di setiap rumah umat muslim saat hari nan fitri tiba.

Namun, jenis-jenis masakan tersebut biasanya hanya bertahan dua-tiga hari selama hari raya masih berlangsung. Selanjutnya, Anda dan keluarga tak lagi mau mencicipi hidangan yang sarat dengan santan itu.

Nah, sebelum Anda membuat ketupat dan lauk pauknya, ada baiknya mengetahui tip agar tak cepat basi. Mengenai hal itu, salah satu ahli kuliner Indonesia, Hj Sis Cartica Soewitomo menuturkan kiat praktisnya.

“Agar ketupat tidak cepat basi, maka setelah matang ketupat ditiriskan dan digantung. Ini dilakukan agar air tidak menetes dan ketupat yang dihasilkan padat. Untuk 12-24 jam ke depan ketupat tersebut tentu masih oke, tapi kalau ditaruh diluar akan cepat basi. Untuk membuat ketupat tidak cepat basi sebaiknya masukkan ke lemari es agar tersimpan di suhu dingin. Saat akan dihidangkan, kukus lagi agar kenyal kembali,” kata wanita yang akrab disapa Sisca saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (23/9/2008).

Masih menurut alumni Universitas Trisakti jurusan pendidikan perhotelan dan tata hidangan ini, agar ketupat yang disajikan gurih, kenyal, dan legit, sebaiknya dibuat dengan cara original.

“Sebaiknya sajikan ketupat yang original tanpa diberi tambahan apapun. Kendati ada yang menambahkan kapur sirih agar ketupat lebih awet dan tak cepat basi, kalau saya sarankan sebaiknya tidak perlu menggunakan tambahan elemen tersebut. Terutama ialah pilih beras yang bagus, lalu masukkan 3/4 beras yang telah direndam ke dalam ketupat, baru masak di panci presto,” imbuhnya.

Tak hanya sebatas ketupat saja, bagi Anda yang ingin menikmati hidangan segar saat hari kemenangan tiba, alumni China Banking School, Taipei, dan American Institute of Banking, Manhattan, Amerika Serikat ini pun memberikan tipnya.

“Untuk melindungi masakan bersantan semisal sayur lodeh, opor atau sambal goreng agar tetap segar saat Lebaran, maka ketika Anda memasaknya sebelum takbiran jangan langsung dicampur dengan santan. Namun, setelah salat Ied baru masukkan santan. Ini dilakukan agar saat pagi tiba, masakan tersebut tidak menjadi asam atau berbusa,” kata pembawa acara masak-memasak di sebuah stasiun televisi swasta itu.

Sementara itu saat Anda dan keluarga tidak ingin menyajikan tradisi nenek, namun lebih memilih masakan yang disukai semisal serba berbau pasta, maka Anda tetap dapat berlebaran dengan masakan yang dipilih.

Bahkan, masih menurut Sisca, bila Anda dan keluarga ingin memilih masakan yang mudah dibuat tanpa menggunakan elemen santan di dalamnya, bisa menyajikan sup seafood pedas. Selain itu, Anda juga dapat memilih masakan lain yang digemari.

“Saat Anda dan keluarga tak ingin menyantap masakan khas Lebaran, maka dapat memasak pindang yang dibubuhi cabai dan dikumis dengan kecap. Lalu dilengkapi dengan oseng-oseng tauge teri dengan bumbu-bumbu bawang putih, garam, merica, dan gula,” pungkasnya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s