Agar Anak Tak Mabuk Perjalanan

LEBARAN tinggal sepekan ke depan, ajang mudik pun menjadi tradisi yang dilakukan umat muslim di Tanah Air. Namun, ajang silaturahmi ini akan terganggu mana kala salah satu anggota keluarga tidak dapat mudik ke kampung halaman lantaran mabuk selama perjalanan.

Saat hal itu terjadi, maka Anda selaku orangtua pasti ingin mengetahui kiat praktis bagaimana mencegahnya. Dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Menurut dr Margareta Komalasari, SpA, dari RSB Prima Medika, mabuk perjalanan bisa terjadi pada bayi berusia lima tahun (balita), meskipun mayoritas terjadi pada anak berusia 5-15 tahun.

“Mabuk perjalanan terjadi jika sistem vestibular (pusat keseimbangan di telinga bagian dalam) terganggu. Terganggunya pusat keseimbangan di telinga bagian dalam ini akan merangsang produksi zat histamin yang akan merangsang otak sehingga menimbulkan reaksi mual atau muntah,” ungkap Dr Margareta.

Ada tiga faktor pencetus yang mempengaruhi mabuk perjalanan. Pertama, keturunan. Jika orangtuanya selalu mabuk perjalanan, anaknya berisiko mengalami hal serupa. Kedua, kondisi tubuh tidak sehat atau daya tahan tubuh menurun. Dan terakhir adalah perut kosong.

Semakin banyak faktor pencetus gagal dicegah, semakin hebat mabuk yang akan dirasakan. Jika mabuknya berat, tekanan darah bisa anjlok dan menyebabkan pingsan. Muntah-muntah juga dapat mengakibatkan kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dan kekurangan mineral.

“Kekurangan mineral bisa mengganggu kerja jantung dan otot. Gangguan jantung dan kelemahan sekujur badan bisa muncul juga sehabis mabuk yang hebat. Lantas anak menjadi lemas, lesu dan mungkin juga depresi. Perlu diingat, tubuh balita rentan terhadap kekurangan cairan,” paparnya.

Nah, sebelum Anda memutuskan mengajak anak mudik dengan melakukan perjalanan panjang, sebaiknya Anda ketahui dulu tanda-tanda anak mabuk perjalanan.

Umumnya anak mabuk perjalanan dapat diketahui dengan tanda bila dia sebelumnya kelihatan ceria namun tiba-tiba menjadi kehilangan minat, sering menguap, kelihatan kedinginan, mendadak berkeringat dan pucat.

Jika Anda maupun buah hati tercinta sering atau selalu mabuk perjalanan, ada baiknya Anda menyimak tip berikut ini.

1. Pilih posisi yang tepat. Jika naik kapal laut, pilihlah kabin di tengah sebab pada titik ini goyangan kapal paling tidak terasa. Jika naik pesawat terbang mintalah tempat duduk di dekat tepi depan sayap. Jika naik kereta api duduklah di dekat jendela dan menghadap ke depan. jika menggunakan mobil atau bus sebaiknya Anda duduk di depan dekat sopir.

2. Duduklah dengan santai dan tidak terlampau tegak. Usahakan agar posisi mata memandang terpaku pada sekira 45 derajat di atas garis cakrawala. Dalam duduk, usahakan juga kepala tidak banyak bergoyang dan sedapatnya dibuat tercekap pada sandaran kursi.

3. Isi perut anak sebelum melakukan perjalanan. Jangan biarkan perut kosong saat bepergian. Sebab saat perut kosong lambung akan memroduksi asam dalam jumlah yang berlebihan sehingga akan membuat iritasi lambung dan merangsang reflek mual. Tapi ingat, jangan sampai makan berlebihan. Kurangi makanan berlemak tinggi, batasi minum, juice, termasuk buah-buahan, menjelang keberangkatan. Sebab hal ini juga akan memicu mabuk perjalanan.

4. Para peneliti dalam pertemuan Digestive Disease Week menyatakan, jahe terbukti sangat efektif mengurangi mual-mual karena mabuk perjalanan. Pada balita sebaiknya balurkan parutan jahe pada perut mereka.

5. Bawalah buah sebagai bekal dalam perjalanan. Buah-buahan menyediakan cukup air penawar dahaga, serat yang mengenyangkan, gula buah sebagai penyedia energi sekaligus penghilang pusing karena kelaparan, dan sejumlah gizi antioksidan yang dapat meredam munculnya kelelahan. Pilih buah yang praktis dan tidak repot memakannya seperti apel, jeruk, anggur, pir, dan pisang. Aroma dan rasa jeruk cukup menolong dan kembali menyegarkan tubuh saat rasa mual mulai menyerang.

6. Persiapkan tubuh untuk menerima gaya belok ke kanan dan ke kiri dan terlempar-lempar dalam kabin kendaraan agar tubuh tidak terkejut. Ikutilah gerak belok mobil dengan santai. Selama perjalanan cobalah memperhatikan jalan di depan. Pusatkan perhatian jauh ke depan ke arah pemandangan atau benda yang tidak bergerak. Jangan biasakan menengok ke kiri dan ke kanan untuk melihat pemandangan karena ini akan memicu mabuk perjalanan. Jangan memejamkan mata dan memaksakan diri untuk tidur kecuali benar-benar mengantuk.

7. Jangan biarkan anak membaca. Karena membaca memang dapat menghilangkan kejenuhan saat menempuh perjalanan jauh. Namun aktivitas ini justru bisa membuat kita mual-mual karena karena kita harus memfiksasi mata. Mata juga ada kaitannya dengan keseimbangan.

8. Jika mual mulai muncul, makanlah buah yang Anda bawa. Jika mual tak reda, bantu anak untuk mengepal dan melemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang untuk menaikkan peredaran darah. Untuk menghilangkan pusing ringan, pijat jemari dan telapak tangan anak.

9. Buka kaca mobil untuk mensirkulasikan udara segar ke dalam kabin. Jika rasa mual makin hebat, menepi dan berhentilah sejenak. Keluar dan ajaklah anak berjalan di sekitar mobil untuk menetralkan efek akumulasi getaran pengganggu. Tindakan tersebut sangat efektif mencegah mual atau perasaan ingin muntah, terutama bagi anak-anak. Tetapi hal ini hanya dapat dilakukan jika Anda mengendarai mobil pribadi.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s