Penataan Musala Saat Ramadan

RAMADAN merupakan bulan suci di mana umat muslim berusaha selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Untuk itu, kehadiran sebuah musala perlu ditata agar lebih menambah kekhusyukan ketika sedang beribadah.

Nah, untuk penataan musala saat Ramadan, interior desainer Andri Wardhana memberikan kiat-kiatnya. Menurutnya, kendati penataan musala tidak menjadi keharusan, namun menata ulang interior musala sah-sah saja dilakukan.

“Sebenarnya kalau penataan musala itu tergantung pemilik rumahnya, pada waktu Ramadan apakah mau dihiasi atau tidak. Kalau memang memiliki dana lebih bagus untuk ditata ulang dengan mengubah dan mengatur ulang tatanannya. Apalagi kalau pemilik rumah memiliki budget lebih, maka bisa menyiapkan ruangan itu dengan maksimal,” ucap Andri, saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Menurut Andri, tak ada penataan khusus untuk sebuah musala pada bulan Ramadan. Namun, nuansa Islami tetap harus dibangun. Untuk itu, kehadiran furnitur dan aksesori penunjang ruang dapat digunakan untuk menambah kental suasana yang ingin diwujudkan.

“Gunakan rak untuk tempat menyimpan Alquran, hadis, serta buku agama lainnya. Bisa juga disediakan lemari untuk kelengkapan salat seperti mukena serta sajadah. Sementara itu, untuk aksesori ruang sebaiknya gunakan yang simpel dan tanpa menggunakan ornamen. Sebaiknya lukisan yang dipilih pun mengandung unsur-unsur kaligrafi Arab,” kata wakil ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta itu.

Sementara itu, bila hunian tidak memiliki area khusus berupa musala, dapat menyulap ruang lain berupa area serbaguna (multifunction room). Ruang tersebut dapat dialihfungsikan sebagai musala. Untuk memisahkan area pria dan wanita, musala dapat dilengkapi dengan pemisah ruang.

“Kalau memang hunian tidak dilengkapi dengan musala, bisa bikin panel-panel dadakan yang terbuat dari triplek. Dilengkapi dengan kain satin yang ditaruh di beberapa bidang dinding ruangannya, sehingga dapat memberi kesan lux,” papar alumni Universitas Tarumanegara ini.

Saat ruang tersebu diubah menjadi musala, maka furnitur yang ada di dalamnya harus dikeluarkan agar tidak memberi kesan sumpek. Karpet pun dapat digelar untuk memenuhi kebutuhan salat bersama. Tak hanya itu saja, perabotan yang tak tertata, sebaiknya disimpan terlebih dulu dalam lemari agar ruang tersebut lebih rapi.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s