Hindari Pekerjaan Menumpuk Sehabis Mudik

Lebaran memang masih dua pekan ke depan, namun semangat suka cita menyambut hari kemenangan umat muslim ini sudah mulai dirasakan oleh para pekerja (employee) di ibu kota.

Maklum, saat hari raya tiba, para pekerja baik pegawai negeri maupun swasta dapat melaluinya dengan jatah libur yang ditetapkan dari perusahaan masing-masing. Tak heran bila mudik menjadi satu rencana yang telah membayang di depan mata.

Tapi, jangan gembira dulu. Sebelum menikmati hari libur, Anda selaku karyawan harus menuntaskan pekerjaan yang menumpuk agar dapat menghabiskan masa liburan dengan bermudik. Nah, untuk mendapat liburan yang menyenangkan itu, ada poin utama yang harus diketahui seorang karyawan.

“Setiap hari raya atau hari besar keagamaan, setiap employee pasti dapat jatah libur. Tetapi untuk mendapatkannya tidak semudah itu, karena ada aturan dari personalia. Di sinilah sisi psikologis seorang karyawan diasah, mereka harus kreatif menentukan skala prioritas. Artinya jadwal kerjanya harus disesuaikan target kerja,” ujar psikolog Bondan Seno Prasetyadi, saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Jumat (12/9/2008).

Saat seorang karyawan akan mendapat jatah libur, maka yang ada di pikirannya ialah menghabiskan waktu itu dengan panjang. Nah untuk mewujudkannya, maka Anda selaku karyawan harus membuat perencanaan yang dibuat sejak awal tahun.

“Karyawan dan perusahaan masing-masing punya target kerja, karena itu Anda harus pintar mengatur waktu dengan pekerjaan. Semisal di dunia media atau polisi, tidak mengenal libur. Berbeda dengan karyawan pegawai negeri. Di sini masing-masing profesi harus memiliki skala prioritas dalam pengaturan jadwal kerjanya. Jadi, dari awal tahun jatah 12 hari libur dan cuti bersama harus diatur dengan baik,” bebernya panjang lebar.

Menurut psikolog lulusan Universitas Gunadarma ini, pengaturan tersebut dilakukan agar seorang karyawan tidak mengalami stres.

“Secara psikologis, kalau seseorang bisa mengatur jadwal kerjanya dengan baik, maka stres tidak akan menghampiri,” ucap Training in Managemenet Consultant Partner PT Mitra Langgeng Sejati ini.

Masih menurut Bondan, sebelum mulai mengatur jadwal kerja, maka ada patokan-patokan yang harus dilalui. Setelah itu, karyawan baru dapat menentukan jadwal liburnya.

“Setiap organisasi pasti ada jadwal kerja, melalui kalender kerja yang telah ditetapkan surat keputusan bersama (SKB Tiga Menteri) acuan waktu libur sudah dapat diketahui sejak awal tahun. Jadi, setelah jadwal keluar, HRD Manager harus langsung memberikan jadwal libur ke pegawainya. Dengan begitu, karyawan bisa langsung membuat jadwal kerja dan menentukan skala prioritas,” tandasnya.

Bagaimana, siap mudik tanpa stres?

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s