Dongeng, Hilangkan Haus & Lapar Saat Berpuasa

PUASA bagi anak-anak mungkin berat. Ketika perut terasa lapar, mereka acap rewel. Menonton televisi bukanlah jalan keluar yang cukup baik, apalagi jika mereka punya kebiasaan nonton sambil mengemil.

Untuk mengatasinya, ajaklah mereka beraktivitas yang menyenangkan. Semisal mendengarkan dongeng yang dibacakan Anda. Karena tak ada yang lebih disukai anak-anak daripada sebuah cerita yang hebat.

Nah, sebelum Anda memulai untuk mendongeng pada buah hati tercinta, tak ada salahnya untuk mengikuti beberapa langkah dalam sebuah cerita yang ingin Anda sampaikan.

Sebagian besar keluarga di Indonesia dibesarkan dalam tradisi mendongeng. Mungkin kakek atau nenek Anda dan ayah atau ibu Anda masih suka mendongeng dengan cerita-cerita yang sama persis. Itu bukanlah halangan bagi Ada untuk mengubahnya di sana-sini sesuai situasi ketika Anda mengisahkannya kepada anak-anak.

Kalau Anda bingung hendak menceritakan Gatotkaca atau Pinokio, tak ada salahnya mengarang superhero sendiri, MangoMan misalnya, karena Indonesia surganya buah mangga. Mendongeng pun tak harus sebelum tidur. Bisa ketika anak tengah menanti azan Maghrib atau dalam perjalanan ke mal atau setelah buka puasa bersama. Bisa jadi, anak-anak lebih menanti saat mendongeng tiba daripada menonton televisi.

Para ayah sangat senang bergembira dengan anak-anaknya, paling tidak, ayah yang hebat. Cerita-cerita kreatif adalah peluang membangun kenangan indah. Sehingga Anda dan anak dapat bergembira dengan kreativitas yang banyak manfaatnya.

Dongeng mengajarkan nilai-nilai. Dengan cerita-cerita, Anda bisa membuat nilai-nilai itu hidup bagi anak-anak Anda. Sebaliknya, kalau Anda hanya menguliahinya, nilai-nilai itu akan cepat berlalu seperti embun pagi diterpa mentari terik. Jadi, sebaiknya pilih baik-baik cerita yang hendak Anda sampaikan, agar nilai-nilai yang hendak Anda ajarkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam dongeng itu.

Karena anak-anak memakai imajinasi untuk meresapi cerita, mereka acap menempatkan dirinya dalam peran protagonis yang berhasil memecahkan masalah. Karena itu, dongeng melatih anak-anak menghadapi tantangan hidup.

Kalau tokoh utama dalam cerita itu kesepian, ketakutan atau mengalami kesulitan dan berusaha keras melewati tantangan hidup, anak-anak akan belajar bagaimana mengatasi pelbagai kendala hidupnya. Dan melakukannya dalam keseolah-olahan acap lebih baik daripada kenyataannya.

Sebelum mulai mendongeng, buatlah kerangkanya dengan kisah-kisah hebat. Dalam pekerjaan, Anda terbiasa membuat cetak biru atau rencana. Begitu pula dalam dongeng anak-anak.

Yang terbaik adalah yang bentuknya sederhana. Kita tak perlu mencoba menjadi Tom Clancy, cukup seperti Hans C Andersen. Anda musti menciptakan seorang pahlawan menyenangkan yang punya alasan untuk berkelana dan menemukan satu kesulitan dalam perjalanannya. Sang pahlawan kemudian memecahkan masalahnya dan kembali ke rumah dengan bahagia.

Pertimbangkan untuk memakai kalimat, “Pada suatu masa.” Apa sih manfaat kalimat ini? Tiga kata itu bisa segera membawa anak Anda ke tempat dan waktu yang berbeda. Dengan begitu Anda bisa berfokus pada sesuatu di luar kehidupan nyata. Itu juga tempat yang aman karena diciptakan oleh pikiran anak Anda.

Bagian terpenting cerita Anda ialah memilih tokoh yang tepat. Sang pahlawan musti menyenangkan dan anak-anak harus dapat dengan mudah menghubungkan diri mereka dengan sang pahlawan.

Kisah-kisah terbaik musti membuat sang tokoh utama menghadapi suatu dilema atau sebuah keterdesakan. Akankah pahlawan Anda bisa menyelesaikannya? Dan bagaimana cara dia menghadapi tantangan-tantangan itu?

Cara terbaik memecahkan masalah adalah dengan memberi tokoh Anda sifat-sifat yang berharga untuk disamai, idealnya sesuatu yang sudah atau yang bisa dicapai anak Anda.

Ini bisa berupa kepribadian pemenang, kegigihan, ketangkasan jasmani, dan lainnya. Kemudian eksploitasi sifat-sifat itu untuk menyelesaikan persoalan. Hindari sihir atau kekuatan supernatural untuk memecahkan masalah tokoh Anda. Walaupun itu dongeng yang asyik, namun lebih baik pahlawan Anda menuntaskan halangannya dengan memakai kecakapan dan perlengkapan yang tersedia. Jalan pintas dan solusi-solusi yang tak mungkin bukanlah nilai-nilai yang ingin Anda tanamkan.

Jangan lupa untuk mengakhiri kisah bacaan Anda dengan bahagia. Anda pernah membaca komik Calvin and Hobbes? Di ujung cerita, sang pahlawan acap dimakan, diledakkan atau diculik monster. Tak heran Calvin selalu bermipi buruk. Dengan akhir yang bahagia membuat anak-anak mengetahui bahwa segala masalah bisa dipecahkan di dunia nyata.

Buatlah dongeng bikinan Anda itu asyik dan selalu dikenang. Dan ajarkan nilai-nilai penting di dalamnya. Anda akan sungguh-sungguh menikmati saat keberhasilan jika diam-diam menguping di pintu mendengarkan anak Anda mengisahkan kembali cerita Anda kepada temannya atau bonekanya. Anda akan merasa puas karena tidak hanya telah menghibur anak-anak Anda, tetapi lebih-lebih karena telah mengajarkan pelajaran hidup yang sejatinya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s