Seni Berhubungan Seks saat Ramadan

DUA pekan lagi Ramadan tiba dan seluruh umat Islam menjalankan ibadah puasa. Saat itulah mereka mendapat ujian yang besar. Tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga keinginan untuk menunda sementara hubungan seksual bersama pasangannya.

“Saat puasa pasangan suami istri tentu saja tidak diperbolehkan berhubungan seks mulai dari azan subuh sampai azan magrib tiba. Lepas dari waktu itu mereka boleh berhubungan seks kapan saja,” tutur Laily H MKes, Direktur Eksekutif Mitra Inti Foundation, Selasa (18/8/2008).

Menurut Laily, freksuensi hubungan seks pasangan suami istri selama bulan Ramadan sering kali mengalami penurunan ketimbang hari-hari biasa. Selain karena adanya aturan agama, pasangan suami istri yang menjalankan ibadah puasa cenderung bisa meminimalisir hawa nafsu.

“Mereka yang berpuasa lebih sering kehabisan energi ketika akan berhubungan intim. Makanya mereka pun berusaha keras mengatur waktu sebaik mungkin untuk menyenangkan pasangannya masing-masing. Jika hari-hari biasa pasangan suami istri bisa bercinta setiap hari, mungkin selama puasa mereka cukup berhubungan intim seminggu sekali,” jelas wanita yang selalu mengenakan jilbab itu.

Kendati hubungan seks menjadi kebutuhan penting bagi pasangan suami istri, namun Laily menyarankan kepada mereka yang berpuasa agar tidak setiap hari memikirkan keinginan untuk berhubungan intim saja, tetapi bisa memilkirkan hal-hal positif lainnya. Karena kunci keberhasilan berpuasa adalah menjaga hati dan pikiran.

Pos ini dipublikasikan di Metroseksual. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s